Jalan di koridor itu kini dipenuhi oleh daun-daun kering, yang akan berkeresek apabila bersentuhan sama kaki gue.
Gue suka ngelakuin itu, saat semua daun kering menyingkir dan berterbangan ketika kaki gue melangkah, merasakan lantai koridor jadi agak licin karena keberadaan daun-daun kering itu, dan ketika mereka jatuh menggelitik ujung pipi gue hingga akhirnya meluncur menyentuh tanah.
Orang-orang yang memiliki 4 musim akan menyebutnya "khas musim gugur".
Namun, tidakkah terlalu cepat musim gugur terjadi di negara yang punya 4 musim?
Orang-orang tropis tidak mempunyai istilah itu, yang mereka alami hanya musim hujan dan musim kemarau.
Daun bisa gugur kapan saja, angin dapat menghangat dan mendingin kemudian menurunkan hujan setiap saat.
Kami tidak terlalu memusingkan berapa lama jarak para musim itu bergantian.
Kadang kami sering terlewatkan oleh peristiwa seperti itu.
Daun kering berguguran, mungkin akan sangat biasa bagi orang tropis, karena pohon meranggas kapan saja.
Semua tanaman bisa tumbuh di daerah tropis. Keadaan yang cukup menguntungkan, menurut gue.
Tapi sudahkah para manusia daerah tropis memanfaatkan itu dengan maksimal?
Faktanya, daerah yang memiliki iklim tropis secara optimal sih menurut gue indonesia ya, secara langsung dilewatin sama garis khatulistiwa.
Tapi sayangnya, kebanyakan orang tidak peka terhadap pergantian musim itu. Mereka tidak memperhatikan bahwa musim hujan terlalu sering datang, dan kemarau yang terlalu panjang.
Tidakkah mereka tau, itu adalah sebuah perubahan yang mengkhawatirkan?
Beda dengan manusia 4 musim yang menantikan kapan musim musim itu akan berakhir, kemudian mempersiapkan diri ketika datang musim yang baru.
Mereka dengan sigap memperhitungkan kapan bunga-bunga akan bermekaran di musim semi, kapan matahari akan mulai meninggi di penghujung musim dingin (dan biasanya setelah itu, mereka membersihkan semua tumpukan salju yang berada di atap genteng, jalan-jalan, mereka lakukan secara gotong royong), kapan musim panas yang merupakan hari libur keluarga datang, dan kapan musim gugur pertanda harus menyiapkan diri menghadapi musim dingin yang tidak terduga.
Jikapun, mereka memperhitungkan dan ternyata musim dingin berakhir lebih cepat, bunga-bunga terlalu awal mekar, kemudian suhu pada saat musim panas yang lebih panas dari tahun sebelumnya, dan musim gugur yang bahkan lebih hangat.
Mereka akan langsung mengetahui ada yang salah dengan sesuatu, ada yang salah jika iklim terlalu cepat bergantian.
Mereka terus menanyakan dan akhirnya pertanyaan itu terjawab: jawabannya memang seperti yang mereka rasakan; suhu semakin panas karena pemanasan global.
Namun, mereka langsung melakukan usaha pencegahan besar besaran, mengajak juga seluruh dunia untuk bekerja sama mencegah keadaan lebih buruk lagi. Barang ramah lingkungan kini telah bertebaran demi keadaan yang akan membaik.
Namun kenapa semua ini tak mau kembali seperti semula?
Mungkin, mereka, kita semua terlambat menyadari, terlalu bersenang-senang dengan diri kita sendiri, sehingga tanpa peringatan, bahaya menyergap kita.
Kita sudah tidak peka terhadapNya, sudah tak ada lagi yang bisa dilakukan.
Karena ini menurut gue sudah terlalu parah. Selain usaha pencegahan (yang hanya akan mengulur waktu penghancuran), kita hanya bisa berharap seandainya keadaan dikembalikan seperti semula, dan berusaha untuk peka terhadap keadaan sekitar.
Namun, kita semua tau kan hal tersebut tidak mungkin terjadi?
Jika orang 4 musim mengatakan, daun yang jatuh dari pohon dan memenuhi koridor, kemudian juga menyentuh ujung pipimu sebelum menyentuh tanah, sebagai "khas musim gugur", biarkan kami orang 2 musim mengatakan seperti itu :)
Karena kami tidak mengalaminya.
Tampak janggal jika orang tropis mengatakan "apakah ini musim gugur?"
yang jelas, "ini adalah saatnya pohon itu meranggas," mungkin lebih baik bagi negara kita :) yang sering melewatkan suatu hal yang sepele namun penting ini.
Gue hanya berharap, keadaan seperti semula dan "musim musim" berada di waktunya seperti semula sebelum terjadi "sesuatu" :)
-dari seorang anak kecil bodoh yang akan menjadi calon orang dewasa sukses di sebuah kedutaan besar di Tokyo-
mimpinya selama ini, berharap bisa mengisi kekurangan negara yang menjadi kewarganegaraannya menjadi seperti 'sedikit lebihbaik' dari bangsa yang dulu sempat menjajahnya.
Tuhan, semoga permohonan anak kecil ini dikabulkan olehMu, Tuhan, di 1/4 malam ini, anak ini berharap untuk menjadi seperti yang dia inginkan :')
Tunjukan ini benar, dan izinkan dia tinggal 4 musim saja untuk belajar dan kemudian tinggal selama yang diharuskan, saat dia menjalankan kewajibannya sebagai anggota kedutaan, di negeri sakura itu :')
kumohon, karena mimpinya ini terus memanggilnya dan berharap dirinya datang menangkapnya.
Dan, tambahkan keimanannya yang sering lalai padamu, Tuhan. Buat dia tidak lupa alasan dia hidup, dan tidak terlalu mengejar dunia dan mimpinya dan melupakanmu. Maaf, saya berbuat banyak kesalahan.
yosh!! Konbanwa :D
Watashi no Mirai, chotto matte kudasaaaai!!
I'll sleep and dream of you, JAPAAN :'D

